PUSAT MARMER DAN GRANIT: ARTIKEL MARMER TULUNGAGUNG Lantai Marmer Kerajinan Marmer Tulungagung
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL MARMER TULUNGAGUNG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL MARMER TULUNGAGUNG. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 April 2018

SEJARAH KERAJINAN MARMER TULUNGAGUNG


Pada waktu Sekolah dulu saya masih teringat ketika mengikuti lomba karya Tulis Ilmiah Pelajar seKabupaten Tulungagung, aku menulis tentang Karya Tulis Ilmiah bidang sosial ,yakni tentang "Sejarah Perkembangan kerajinan marmer di Desa Campurdarat dan sekitarnya" sehingga pada waktu itu aku memperoleh juara satu sekabupaten Tulungagung, mengalahkan sekitar 25 sekolahan lainnya yang cukup bergengsi dikota kecilku....saya ingat-ingat saja..kalau ada yang salah mohon diluruskan...

Sejarah perkembangan marmer di Tulungagung diawali dengan ditemukannnya lokasi pertambangan marmer oleh para penjajah Hindia Belanda sekitar tahun 1934, Lokasinya adalah di sekitar desa Besole,Kecamatn Besuki.Pada waktu itu sejarah Kota Tulungagung mencatat wilayah ini sebagai " Underdistrict Wajak" dan dulu sudah sering tercatat bahwa pertambangan Marmer itu letaknya di Desa Wajak Tulungagung,sehingga ada kalanya orang lawas menyebut bahwa desa penghasil marmer itu adalah desa Wajak.Setelah terjadi pemekaran sekitar tahun 1972, Desa Besole ini menjadi bagian tersendiri dan ikut dalam Kecamatan Besuki, demikian juga beberapa desa-desa lain di Kecamatan Campurdarat dan sekitarnya , membentuk kecamatan tersendiri,dan bukan lagi termasuk dalam " Underdistrict Wajak" jadi kalau anda adalah orang Kelahiran dibawah tahun 1972 selalu mengatakan bahwa Tambang marmer diTulungagung itu terletak di " desa Wajak "
 GENERASI PERTAMA
Pada waktu tahun 1934 itu Hindia Belanda mendirikan sebuah peroesahaan ...kayak persero atau BUMN saat ini,namanya saya lupa...akhirnya berkembang-berkembang sampai ditahun 1970-an berganti nama IMIT  singkatan Industri Marmer Indonesia Tulungagung...ini adalah perusahaan marmer pertama di daerah Tulungagung.
Kemudian industri ini berkembang sebagai dampak disekitar pabrik, yakni pemanfaatan limbah pabrik kala itu,berupa butiran-butiran marmer yang disebut sebagai "traso" diskala usaha  perumahan saja. Traso ini dibuat dari butiran-butiran kecil marmer yang berukuran dibawah 1 CM saja.Pada waktu itu traso dimanfaatkan sebagai campuran penghias dari semen putih, yang dibentuk menjadi berbagai macam kerajinan  rumah tangga, seperti pot bunga besar, bahan lantai dan dinding,makam atau kijingan, bak mandi kotak, asbak , batu nisan dan lain-lain. Perkembangan awal kerajinan traso ini tercatat beberapa nama sesepuh antaralain : Mbah Sakijo Karsoen, Mbah Liyanto,Mbah Soekarno ( Ini kakek Saya ...) Mbah Soekarni..Mbah Wagiran Jombor....dan  sebut saja ini sebagai generasi pertama...dari perintis usaha kerajinan marmer di Tulungagung, khususnya desa Gamping dan sekitarnya...Selain dari kerajinan traso ini, juga berkembang dengan pesat adalah pengolahan batu Gamping...pernah dengan " Batu Gamping Campurdarat?" ini adalah semacam bahan bangunan pada waktu itu sebagai pengganti semen saat ini,yakni sebagai adonan perekat batu-batu pondasi bangunan sekitar tahun 1970-1990an...sekarang tinggal sedikit sekali masyarakat yang ,mempergunakan bahan bangunan  " batu Gamping " ini.Sedangkan pada tingkat pengolahan marmer kala itu masih sangat sederhana dan mempergunakan tegnology manual saja...yakni dengan tatah baja hitam dan palu saja...jadi untuk membuat sebuah asbak diameter 20 CM saja misalnya ...memerlukan waktu kurang lebih 2-3 hari..sangat melelahkan memang...tapi para perintis kerajinan ini secara gigih dan pantang menyerah menurunkan ketrampilan mereka kepada anak-anak cucu mereka.Kejayaan generasi ini juga ditandai dengan dikenalnya produk kerajinan mereka keseluruh kota-kota besar diIndonesia,sehingga pada zaman pemerintah ORDE BARU beberapa kali memberikan bimbingan-bimbingan dan bantuan teknis pengembangan kerajinan marmer.
GENERASI KEDUA
Perkembangan pesat tegnology pengolahan kerajinan marmer ini  generasi kedua ini terjadi sekitar tahun 1978-sampai dengan tahun 1985,Tercatat kala itu beberapa nama yang sempat sukses diera ini antaralain munculnya pengrajin marmer "SERBA USAHA" ..."BATU ANTIK,BINTANG ANTIK" ( Ini trah keluarga saya ),BATU PUALAM,JEMBATAN BATOE ..." silih berganti usaha ini jatuh bangun seiring perputaran roda nasib Perusahaan masing masing....kemudian generasi ini diteruskan oleh beberapa nama perusahaan . Pada generasi ini ditandai dengan mulai dikenalkan oleh pemerintah kala itu,yakni tegnology bubut batu, dan gergaji batu besar.Para pengrajin saat sudah mulai pandai berinovasi dengan kerajinan mereka, yakni dengan membuat berbagai kerajinan yang berbentuk. vas bunga kecil,asbak bubut,kinangan,poci teh, dan jenis-jenis meja marmer bubutan ,pada waktu itu maksimal diameternya hanya 50- 60 CM saja.Muncul pula pada generasi ini nama-nama lainyang tak kalah hebatnya dalam berbisnis dan membuka peluang pasar..dan pada awal generasi ini telah muncul dan berdatangan buyer-buyer asing  untuk kerajinan marmer, dan saat itu usaha kerajinan marmer Tulungagung mulai dikenal pasar Luar negeri.

tobe continue....saya inget-inget dulu dimana saya letakkan karya ilmiah saya itu...siapa tahu datanya agar lebih valid...karena disitu ada narasumbernya yang berkompeten...OK..???

UNTUK INFORMASI DAN PEMESANAN BISA LANGSUNG HUBUNGI :

Septi Laila
Hp : 085885100071-085336007171
Whatsap : 085885100071
Pin.BBM : DD90185D
Email : pengrajinmarmer01@gmail.com
Web : www.marmertulungagung.net

MyFreeCopyright.com Registered & Protected

MARMER TULUNGAGUNG,PENYEBARAN WILAYAH USAHA MARMER



Tulungagung Kota bersinar Bersih Indah dan Menarik itu motto kebanggan kota kecil ini,Dengan semboyan daerah  yakni sebagai :  Daerah Ingandaya, yang bermakna Industri Pangan dan Budaya. Dikandung maksud bahwa Tulungagung adalah sebagai daerah Industri, sebagai daerah penghasil pangan dan sebagai daerah sebagai cagar Cagar Budaya. Sangat dirasakan betul bahwa keberadaan Tulungagung sebagai kota marmerini adalah sebuah keberkahan tersendiri bagi warga kota kecil ini. Bagaimana tidak sebagian besar penduduk kami memiliki kegiatan yang rutin dan tetap sebagai pekerja dan pengusaha dibidang marmer.
Kenyataan yang sangat luar biasa dan patut disyukuri.Kota kecil dengan penduduk sekitar 900.000 ribu jiwa ini banyak sekali menggantungkan perekonomiannya disektor usaha marmer ini.Bahkan jika kita mau berhitung ada empat kecamatan yang terimbas secara langsung  dengan adanya industry marmer di kota Tulungagung.Selain itu ada beberapa wilayah kecamatan lain yang terimbas secara tidak langsung , dari berkah batu-batuan ini.Maka tak salah jika Tulungagung dijuluki sebagai  kota marmer .
Daerah  Kecamatan Campurdarat,  letaknya kurang lebih 14 KM sebelah selatan  dari Pusat kota Tulungagung , ini adalah sentral terbesar usaha marmer dan pusat kerajinan marmer diproduksi.Sebagian besar perusahaan dan pengusaha marmer bertempat tinggal  di kecamatan ini.Dari produk  lantai, sampai pernak-pernik sekecil apapun komplit ada di Kecamatan Campurdarat ini .Hampir 60 persen penduduk Kecamatan Campurdarat ini bergerak dibidang usaha marmer, Disinilah tempat showroom –showroom besar dan kecil terjajar disepanjang jalan Tulungagungmenuju Pantai Wisata Popoh Indah , jika anda melintasi daerah ini maka anda akan menemukan banyak sekali kerajinan-kerajinan marmer terpampang dishowroom-showroom marmer,Tidak kurang dari 267 buah  terdapat disini.Dikecamatan Campurdaratini terdapat 9 Desa , Disembilan desa ini anda akan menjumpai penduduk yang bermata pencaharian dibidang marmer ini dengan berbagai specialisasi, Disinilah  Bintang Antik Sejahtera  tinggal, tepatnya dipusat kota Campurdarat, sebelah barat kantor Kecamatan kebarat 100 M, Masjid Jami’ Campurdarat, masuk 50 M. Selain itu  diKecamatan Campurdarat  ini juga ada beberapa titik pertambangan marmer, yakni didesa Campurdarat, desa gamping dan Desa Ngentrong.

Letaknya Disebelah selatan kecatan Campurdarat, adalah Kecamatan Besuki , dikecamatan ini adalah pusat pertambangan marmer Asli Tulungagung, di Kecamatan ini  penduduknya juga sebagian besar berkecimpung di bidang  marmer, lebih khusus lagi pada produk marmer lanatai dan dinding.Di Kecamatan ini jarang terdapat showroom, dari seluruh jumlah desa yang ada dikecamatan ini hanya sekitar 3 desa yang penduduknya  menekuni bidang ini.Yang terbesar adalah dipusat Desa Besole Kecamatan Besuki, kabupaten Tulungagung,dimana terdapat Tambang marmer asli Tulungagung yang terbesar.Sedangkan pertambangan yang lain didaerah kami cukup banyak sekali, hampir tidak ada batu yang terbuang disini semuanya direkayasa dan diusahakan sebagai bahan baku kerajinan marmer. Kecamatan Pakel, kecamatan ini terletak disebelah barat kecamatan Campurdarat, kecamatan ini baru pada sekitar tahun 1990_an menekuni bidang ini, dikecamatan ini ada beberapa titik sentral kerajinan marmer, yakni didesa Tamban dan Sodo,didua desa ini biasanya hanya memproduksi barang setengah jadi, dan jarang sekali memgolah barang jadi,karena pengolahan selanjutnya akan dilakukan dikecamatan Campurdarat,untuk merakit dan mengassembling  komponen barang setengah jadi tersebut.dikecamatan ini tidak meliki pertambangan marmer sendiri, karena wilayah kecamatan ini tidak memiliki kawasan pegunungan , warganya kebanyakan hanya sebagai pekerja dibidang ini.
Kecamatan Tanggungunung, disini terdapat beberapa desa yang dijadikan sebagai area pertambangan marmer dan bahan baku marmer bakar, letaknya disebelah Tenggara Kota Tulungagung, Kecamatan ini berbatasan langsung dengan Kecamatan Campurdarat untuk wilayah sebelah selatan, sedang disebelah Timur dan Utara berbatasan langsung dengan Kecamatan Kalidawir dan Kecamatan Pucanglaban .Parapenduduknya sebagian besar bertani dan menjadi TKI keluar-negeri, sedangkan unutkyang berbatasan dengan Kecamatan Campurdarat,banyak diantara mereka menjadi pekerja di perusahaan-perusahaan marmer di Kecamatan Campurdarat.Daerah pertambangannya ada di desa Ngrejo,Tenggarrejo, Ngepoh,dan Pakis aji.Wilayah Selatan  Kecamatan Tanggunung ini  adalah penghasil jagung terbesar dikota ini. Jika dalam musim panen jagung anda bisa datang kemari dan berkulakan jagung dengan harga yang sangat murah .Selain itu dikecamatan ini juga dikenal sebgai penghasil kayu jati yang sangat berkwalitas tinggi.
Beberapa daerah kecamatan lain yang memiliki daerah pertambangan marmer antaralain adalah Kecamatan Kalidawir ,  yakni wilayah sebelah timur,selain sebagai pertmabangan marmer didaerah ini juga dikenal sebagai penghasil beberapa mineral-mineral alam. Warga Kecamatan Kalidawir sebagaimana kecamatan Tanggungunung, kebanyakan berprofesi sebagai pahlawan devisa kota Ingandaya , mereka kebanyakan bekerja diluarnegeri dengan tujuan Negara Malaisya, Brunei, Taiwan dan Hongkong. Disebelah selatan wilayah Kecamatan kebanyakan bermata pencaharian sebagai petani jagung . Jarang sekali warganya yang menggeluti tegnology pengolahan marmer.Kebanyakan dari mereka hanya memasarkan hasil-hasil kerajinan dari Kecamatan Campurdarat saja.
Daerah lainnya adalah Kecamatan Rejotangan, meskipun hanya kecil pertambangan marmernya , disinilah bahan baku marmer bakar dan alur banyak dijumpai,akan tetapi pengolahan dan pengelolaannya banyak yang dimiliki haknya oleh para pengusaha dari Kecamatan Campurdarat, karena sebagian besar warganya memiliki potensi yang lain yakni sebagai sentral peternakan di Kabupaten ini, terutama ayam petelur dan pedaging, disinilah tempatnya.
Ada beberapa daerah lain yang  warganya bermata pencaharian sebagai pengrajin marmer atau pengusaha marmer, akan tetapi  jumlahnya sangat sedikit sekali,dan itupun hanya terekam dalam jumlah tidak lebih dari sepuluh titik saja. Seperti ketika anda memasuki Kecamatan Boyolangu, ada beberapa titik Showroom marmer yang menjemput anda ketika melalui jalur Tulungagung  menuju arah Pantai Popoh Indah, dan di Kecamatan Sumbergempol ada satu pabrik pengolahan marmer yang sudah berkembang cukup lama, akan tetapi bahan dan barangnya biasa mereka dapat juga dari Kecamatan Besuki dan Campurdarat. Ada juga warga diKecamatan Ngantru yang mengembangkan usaha pengolahan marmer ini,namun hanya beberapa orang saja.
Sedangkan sebagai sentral terbesar kota marmer ini memang Kecamatan Campurdaratdan mereka yang berprofesi sebagai pengusaha marmer baik itu dalam bidang pertambangan maupun bidang pembuatan kerajinan marmer  biasanya akan tetap mendatangkan karyawan professional dari dua Kecamatan  Sentral yakni Campurdaratdan Besuki.Demikianlah gambaran pemetaan usaha marmer Tulungagung yang memang menjadi jantung pemompa nadi perekonomian kota Tulungagung ini.
MyFreeCopyright.com Registered & Protected

PROSPEK KEDEPAN KERAJINAN MARMER TULUNGAGUNG


Sebuah Tinjauan potensi market Marmer Tulungagung berhadapan dengan kompetiror produk Asing.
Mesin Poles Otomatis Italy,Hightech
Dalam decade kedua ,kerajinan  Marmer Tulungagung telah mencatat perkembangan yang telah berarti dalam sejarah, dengan membuat loncatan sejarah dengan diperunakan tegnology-tegnology mesin dalam pengolahannya.Sepertimunculnya diskgrinder dan juga mesin bubut marmer. Demikian juga  torehan sejarah yang lain yang tercatat dalam perkembangan decade selanjutnya.

Pada saat ini trend mode pengerjaan yang kembali kealam , adalah tema yang sedang naik  daun ,dengan munculnya trend pasar wastafel dan meja kursi dari batu-batuan alami.
Benar-benar kembali kealam , hanya sedikit sekali sentuhan tangan , hanya mempolakan sedikit saja, jadilah kerajinan batu yang sangat elegant dan terkesan sangat mewah , akan tetapi tetap menampilkan tema naturalnya.Lantas seberapa besar pangsa pasar barang-barang  kerajinan marmer Tulungagung yang lainya? Bagaimana perkembangan kerajinan marmer Tulungagung yang mempergunakan tegnology  disk grinder dan bubut ?
Perkembangan pasar selanjutnya tetap mengarah ke pasar global,  kalau hanya mengharapkan pasar local,kerajinan ini sangat sulit berkembang ,karena kelihatannya pasar local sudah mulai jenuh. Sedangkan jika kita mengharapkan pasar global maka kita harus bersiap=siap untuk berhadapan dengan produk-produk sejenis dari Italy , India,China , dan  bisa saja sebentar lagi menjadi ancaman baru , mantan propinsi  Republik ini ,Timor Leste. Jika kita berhadapan dengan Italy , kita sangat kalah dalam hal tegnology. Mereka memproduksi marmer mereka dengan high tech yang  masih sulit kita kejar  oleh pengrajin kita. Masih jarang investor besar yang bermain di bidang marmer ini ,yang ada hanyalah pengusaha-pengusaha local saja. Sebagai contoh dibidang eksplorasi, di Tulungagung masih banyak yang memakai tegnology manual ,tenaga manusia saja,masih sering dipergunakan. 
Mesin Derek Otomatis Italy
 Kapasitas angkat dari teghnology yang tercanggih dari bagian eksplorasi di Penambangan marmer Tulungagungini hanya kisaran 3- 5 Ton saja , ini setara dengan 3M X 3M X4 M jika dikubikasi, sedangkan technology di Italy , sudah mampu mengangkat batuan dengan kubikasi 10M X 10 M X 15 M ,  kira-kira setara dengan 10- 15 Ton berat bahan,sangat jauh ketinggalan memang. Belumlagi tentang techlogy pengerjaan relief dan patung, meja-meja  marmer,mereka telah memperkenalkan techlogy yang cukup canggih. Betapa saya hanya bisa geleng-geleng kepala ketika mereka menawarkan techlogy ini pada saya melalui email, entah tahun berapa kita bisa seperti mereka.Lain waktu aja saya tampilkan perbedaan pengolahan antara diIndonesia dan Italy ini.
 Sedangkan untuk berhadapan dengan produk China kita selalu kalah  bersaing dalam hal harga, Di China tenaga kerja sangatlah murah , dan kwalitas produk mereka sudah cukup lumayan diperhitungkan .Bisa dibayangkan saja untuk produk mozaik dan parquet, unutk produk import dari China, barang ini masih ada selisih harga 10 ribu – 25 ribu permeter perseginya. ( Ini berdasarkan beberapakomentar dari pasar asing yang kami tawari barang ini lho ,  tenatang kebenarannya  masih belum terlalu valid , kita memang mesthi mencari sumber terpercaya dulu ) akan tetapi kalau melihat cirri khas produsen China , yach kira –kira demikian lah adanya. Bisa dibayangkan bagaimana pasar sepeda motor Jepang yang hampir-hampir  tergeser ditahun 2000_an awal dengan munculnya produk China , yang harganya hanya setengah dari produk motor Jepang ? sangat ,memukul keras pada tahun itu. Dan kekhawatiran kami tersebut akan sangat beralasan jika pemerintah tidak memberikan proteksi ketat untuk larangan produk import barang China ini atau minimal memberikan pajak yang mahal sehingga pengrajin  produk marmer Tulungagung ini merasa terlindungi pemerintah.
 Potensi Timor Leste  sebagai penghasil marmer adalah sangat besar, dan pada saat kami kesana  dalam rangka bekerja dulu,mereka sedang merencanakan pendirian semacam BUMN  dalam bidang marmer ini. Mereka memberikan passport dan Visa kerja gratis kepada banyak tenaga pengrajin di Tulungagung untuk mentransfer tegnology nya  pada mereka.Memang sich kala itu ditahun 1998, kita masih mengarahkan belanja barangnya di Surabaya dan Jakarta. Mereka kelihatannya sangat serius dalam mengelola pertambangan marmernya. Produk Timor Leste memiliki karakteristik batuan yang sangat tua dan padat sehingga jika memang pertarungan ini terjadi,kita akan kalah di bahan baku.Warna yang putih bercorak hitam padat, bisa mengkilap dengan terang , marmer ini hamper-hampir tembus cahaya atau  sekelas dibawah onix Bawean . Tapi  itu tidak berarti sumberdaya alam kita  akan kalah, karena diNusantara ini masih banyak sekali sumberdaya alam marmer dan jenis onix yang lebih bagus dari bahan Timor Leste ini.Seandainya mereka menjadi saingan pasar kita ,mungkin mereka harus mengejar ketertinggalan ini selama 10 sampai 20 tahun kedepan, nggak sombong hanya berusaha Pede aja.
Lantas apa yang perlu kita lakukan untuk menyelamatkan potensi marketkedepan entunya adalah keseriusan pemerintah dalam melindungi para pengrajin marmer Tulungagung ini.Keseriusan pembinaan yang selama ini masih setengah hati. Hanya dibina sedemikian rupa ketika ada kunjungan – kunjungan dari Pusat dan para tamu-tamu asing saja.hanya merupakan pembinaan pra Ceremonial saja, sedangkan dalam waktu-waktu biasanya  kami harus bisa melindungi diri sendiri, dengan segala keterbatasankami.”Koq masih enak di orde baru dulu ya ? “ begitulah kata para Tetua kami mengenang masa mereka.Karena pemerintahnya langsung turun tangan memberikan pembinaan dan juga bantuan peningkatan ketrampilan para pengrajin kami, memberi pembinaan untuk peningkatan kwalitas, tidak ketinggalan memberikan bantuan technology terbaru agar masyarakat lebih mengenalnya, sehingga dengan technology tersebut kita bisa lebih bagus  detail dalam pengerjaannya, bisa lebih cepat waktunya demikian yang terpenting bisa lebih selamat para tenaga kerjanya. Maklum para pengrajin kami melakukan pekerjaan mereka dengan “ Zero protection “ dalam standart safety empowerment. Suatu ketika saya mengatar seorang turis Jepang melihat –lihat proses penggergajian batu yang ukurannya sekitar 3 Ton, merka berkata denga  bahasa Inggris yang nggak terlalu fasih juga kayak saya , “ It’s amazing  and dangerous Job “ , Ketika saya ditanya oleh kawan-kawan tukang gergaji batu itu,  “ Bodin omong opo kuwi ? “ saya menjawab , mereka terkagum-kagum  dengan kalian semua, karena dinegara Jepang hanya orang gila yang sanggup melakukan pekerjaan berbahaya ini. Jawabku member support dan juga meledek…..

MyFreeCopyright.com Registered & Protected

SEJARAH KERAJINAN MARMER TULUNGAGUNG ( 4)

KARYA-KARYA BESAR  YANG BERTAHAN DARI MASA-KE MASA.
Sebuah karya   seni yang dihasilkan oleh para pengrajin marmer Tulungagung, akan selalu masuk pada ujian ketahanan dipasar, apakah market bisa menerima kehadirannya , atau hanya sekelebat saja menghiasi showroom-showroom dan akhirnya tidak pernah di buat lagi.Memang dalam menghasilkan karya kita harus uga mempertimbangkan banyak hal, termasuk pangsa pasar yang akan kita bidik. Seperti yang saya tulis di Seri 3 lalu , banyak sekali karya-karya seni yang berorientasi “ pure art” justru jarang diterima, akan tetapi karya-karya benda pakai  yang murah meriah dan tidak begitu mempertimbangkan art design ,justru tetap bertahan dari masa kemasa.Market oriented atau      Idealisme anda yang akan anda pertahankan…hanya waktu yang menjawab.

Kami catat sepuluh karya besar dalam sejarah perkembangan kerajinan marmer yang masih bertahan sampai dengan saat ini masih diproduksi secara turun temurun dan hanya memerlukan sedikit inovasi dan modifikasi produk saja.
1.       Karya Yang tertua, adalah makam dan Batu  Nisan , dari decade awal sampai sekarang ,karya makam marmer atau lazim kami sebut sebagai kijingan ini tetap bertahan dari derasnya dempuran pasar.Karya –karya makam dan batu Nisan ini hanya sedikit sekali mengalami modifikasi produk, antara lain adalah munculnya Nisan berpola mahkota, Nisan berpola ukir,  dan baru sekitar tahun 2005 yang lalu tercatat tambahan ornament kaligrafi doa dimakam marmer.Terlepas dari adat-istiadat daerah,yang memperbolehkan dan tidak memperbolehkan membuat kijingan / makam  permanent di pemakanan umum, karya Makam marmer atau kijingan marmer, termasuk didalamnya  Nisan batu marmer masih tetap diminati banyak kalangan.
2.       Asbak marmer, mungkin catatan karya terlaris keduanya adalah  asbak batu marmer, bentuk yang kecil dan harga yang murah, hanya dalam kisaran 35 _ 75 ribu saja kita sudah bisa membawa pulang karya kecil ini unutk penghias meja tamu kita dirumah.Asbak marmer  pada decade awal berupa  bentuk asbak kotak, dan kotak berlengkung, Akan tetapi pada akhir-akhir modifikasi yang dikembangkan hamper semua produk asbak marmer Tulungagung ini berbentuk bulat,  dalam proses pembuatannya asbak ini mempergunakan tegnology bubut,sangat sederhana dan cepat dalam proses pembuatannya.
3.       Prasasti Marmer, Karya kerajinan marmer  tertua selanjutnya adalah prasasti marmer, Dari decade awal kerajinan marmer ,karya prasasti marmer Tulungagung tetap diminati pembeli,karena pada saat itu dalam mengembangkan kijingan dan makam, selalu dilengkapi dengan teknis  “ Letteran” atau penulisan huruf , sebagai tanda nama dan tanggal  lahir dan wafat  si “ Empunya makam”. Selain itu karya prasasti marmer Tulungagung juga diaplikasikan  sebagai penanda dari bangunan proyek atau penanda peresmian gedung dan sebagainya.Perkembangan teknis pembuatan prasasti ini sangat pesat dengan munculnya karya-karya Nameboard besar untuk gedung dan Kampus-kampus, bahkan sebagai pengembangan teknis prasasti marmer ini telah di buat karya –karya raksasa yang berukuran puluhan meter persegi.
4.       Vas bunga , Pot bunga dan varian produk vas bunga. Sebagai benda yang sering dijadikan sebagai hiasan dimeja-meja kecil, di buffet – buffet rumah dan mempercantik sudut-sudut ruangan, Vas bunga dan pot bunga tetap menjadi favorit  kerajinan terfavorit dan bertahan beberapa decade.Muncul nya kerajinan vas bunga ini adalah pada  perkembangan decade ke -2 ,setelah diperkenalkannya teknis bubut batuan  saat itu. Modifikasi produk  yang terjadi pada produk ini antaralain : tentang ukurannya yang sudah berkembang dalam ukuran yang besar, teknik penyambungan vas bunga ukura raksasa ,pemberian motif ukir pada badan vas bunga dan seni letter  tambahan untuk loggo_loggo perusahaan pemberi souvenir.
5.       Meja –meja marmer, munculnya meja marmer diperkirakan adalah pada decade kedua , setelah digunakannya gergaji marmer sebagai mesin pembelah untukpengolahan bongkahan batu menjadi  plat batu.Yakni tahun 1980_an ,diawal peluncuran produk meja marmer pada saat itu masih berbentuk kotak_kotak ,seperti meja tamu kita dirumah.Akan tetapi pada perkembangan decade ke tiga ,dengan munculnya persilangan kerajinan marmer dan kerajinan cor logam dari Klaten dan Sukoharjo, bentuk-bentuk meja marmer dan onix ini berkembang begitu pesat, kami mencatat lebih dari 78 nama-nama meja dan kursi untuk varian modifikasi seni pembuatan meja ini. Varian yang terkenal dalam bentuk meja ini antaralain: meja makan besar dan meja sayur, meja kacangan, meja kacangan oval,meja kacangan love, meja monalisa, meja Alexandra,meja rias  berbagai macam varian, meja tamu dan variannya, meja telephone,meja TV, meja sudut dan lain-lain.Diakhir tahun 2009 berkembang permintaan pasar meja-meja batuan seiseki utuh  dan juga varian sejenisnya.
6.       Selain meja Marmer , tentunya nggak lengkap kalau saya tidak menulis Varian kursi-kursi marmer dan batuan .Kursi-kursi marmer biasanya dipesan bersamaan dengan meja marmer.Varian yang sering dibuat para pengrajin antaralain : kursi putar ,kursi monalisa sebagai pelengkap meja monalisa, kursi anggur ,kursi balok kotak berukir, dan lain-lain.Pada akhir tahun 2009  berkembang permintaan pasar kursi  batu alam murni dan utuh  yang sampai saat ini masih besar  peminatnya dipasaran.Kelebihan dari kursi dan meja batuan utuh ini adalah bentuknya yang alami, hanya diberi sedikit sandaran dan tempat duduk saja,keutuhan dan motif alam yang melekat menjadi daya tarik tersendiri untuk para kolektor seni.
7.       Telur marmer, banyak orang yang mengkaitkan produk ini dengan adanya permintaan besar untuk telur marmer ini di hari PASKAH, salah satu hari raya ummat Nashrani, yang katanya mereka memerlukan “ TELUR PASKAH “ sebagai  tradisi yang melekat pada hari itu. Seperti halnya tradisi “KETUPAT LEBARAN” kira kira ya…??? Mereka selalu menambah ornament  perayaan Paskah mereka dengan menghadirkan telur-telur hias.Menurut sementara orang inilah yang membuat karya seni telur marmer ini tetap bertahan dari tahun 1970_an  hingga sekarang.Semoga nanti muncul juga Ketupat marmer dan menjadi bomming ditahun mendatang, mengingatpotensiummat Islam di Indonesia ini sangat besar, demikian juga negera-negara lainnya didunia ini.
8.       Patung Kuda meringkik, kenapa saya specialiskan pada nama patung ini,karena memang patung kuda meringkik ini sangat fenomenal di tahun 80_an sampai dengan sekarang, tetap menjadi favorit bentuk patung yang dibuat para pengrajin marmer.Setiap orang yang datang ke Kota marmer Tulungagung tidaklengkap kiranya kalau pulang tidak membawa “ Patung Kuda meringkik “ ini. Pembuatan yang begitu halus dan designya saderhana akan tetapi memiliki ekspresi seni yang sangat-sangat hidup dalam setiap karya kuda meringkik.Pernah ada juga varian lain dari patung kuda ini, antaralain patung kuda berjajar patung kuda merumput dan patung kuda menyusui, akan tetapi sebagai catatan sejarah terbesar dan terlaris  dan fenomenal adalah patung marmer yang berjudul “ Patung kuda meringkik”
9.       Kap lampu,benda pakai untuk menaruh lampu hiasan, Seni ini oleh pengrajin kami disebut sebagai kap lampu, yakni bentuk marmer yang berlubang tengah sebagai tempat menaruh  bola lampu didalamnya.Bahan dari kap lampu ini biasanya dari bahan Onix yang bisa tembus sinar.Akan sangat special jika dibuat dengan teknik bubut tipis, sehingga pendaran sinar dari bolalampu  ini akan semakin terang benderang.Varian-varian yang sering diproduksi antaralain :  Kap lampu kerucut, kap lampu  bulat, kap lampu tabung,kap lampu trapesium  dan lain-lainnya. Modifikasi yang sering dilakukan antaralain, teknik pembuatan kap lampu raksasa dengan menyambung beberapa bagian kap lampu menjadi tatanan yang besar.Pada tahun 2000_an dikenalkan  motif-motif kaplampu dari Tata taman Jepang, motif ini tidak menuntut bahan yang bisa transparan atau tertembus sinar, akan tetapi memberi  ornament lubang lubang dibahan batu yang tidak bisa tembus sinar. Lampu taman ini untuk ornament outdoor sebagai salah satu ornament  wajib  Tata taman ala Jepang.
10.   Lantai dan dinding marmer, sebagai salah satu kerajinan yang tertua,muncul dari awal decade perkembangan kerajinan marmer Tulungagung, kami sengaja meletakkan nya di bagian terakhir dari 10 karya  kerajinan marmer yang Fenomenal  sepanjang masa, kenapa demikian ? karena sebagai hasil kerajinan marmer, lantai dan dinding marmer ini hanya memerlukan sedikit sentuhan seni, menurut penulis tingkat klasifikasi “” kerajinan “ atau handcraftnya hanya tipis sekali,Yang lainnya terkait dengan teknis_teknis pressisi siku teknik pembuatan ketebalan bahan, pemilihan corak, keseragaman warana dan teknik pemasangan.Karena teknik umum yang digunakan dalam kerajinan lantai dan dinding marmer adalah langsung pada teknik finishing saja, misalnya dipoles, dibakar, diberi alur, di kasih natural break,di thithik, dan sebagainya.Jadi mohon maaf meskipun ini merupakan sejarah tertua kerajinan marmer Tulungagung, akan tetapi kami meletakkannya dibagian paling bawah. Perkembangan varian lantai dan dinding marmer yang terkenal dan cukup fenomenal adalah munculnya  seni marmer bakar, seni marmer alur dan pemberian finishing natural break  (pecahan alami)  seperti yang diaplikasikan pada kerajinan dinding marmer yang lazim kami beri nama Marmo Sejarah mencatat munculnya varian ini  adalah  sekitar tahun 1990_an.  Selain itu juga muncul varian yang super kreatif yakni pembuatan kerajinan mozaik dan parquet marmer, Kerajinan ini sangat banyak menyerap tenaga kerja didaerah kami, baik yang berada dikecamatan Campurdarat  dan sekitarnya.


MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Selasa, 17 April 2018

MARMER TULUNGAGUNG,POTENSI PASAR BERGERAK KEMBALI

KERAJINAN MARMER TULUNGAGUNG
Marmer Tulungagung,sebuah icon produk kebanggaan bagi warga Kota Ingandaya ini,Warnanya yang khas dan para pengrajinnya yang memiliki pengalaman panjang dalam mengolah kerajinan marmer,membuat namanya semakin tersohor dan semakin banyak diminati para buyer luar negeri. Pengrajin marmer Tulungagung pun silih berganti mengalami masa-masa yang indah dan masa-masa yang sulit.Sebagai pengrajin marmer kecil saya ingin sekali mencurahkan isi hati pada kawan semua,tentang suka duka berbisnis marmer ini. Masihkan Marmer Tulungagung dapat dipertahankan dalampasar global kedepan...??
Jika anda berkesempatan berkunjung ke Tulungagung,jangan sampai lupa mampir ke tempat kami,sebagai kecamatan yang menjadi sentral Kerajinan marmer Tulungagung,yakni kecamatan Campurdarat,Letaknya sebelah selatan Kota, telususri saja jurusan Pantai Popoh Indah,
disana anda akan menemukan komunitas pengrajin marmer yang berjubel disepanjang jalan,bagi kami pengrajin kecil,hanya bisa bertahan didalam -dalam gang,dan menggantungkan hidup disela-sela gang,berharap anda semua akan mampir...Hayalan memang,akan tetapi dengan perkembangan tegnology ini kami ingin menshare bahwa eksistensi kami sebagai pengrajin marmer masih tetap ada,coba saja anda berburu kerajinan marmer disela-sela gang dikecamatan Campurdarat ini,saya pastikan harga yang anda dapatkan akan lebih murah dan kwalitas kami akan lebih terjamin.
Sejak tahun 1998,kami jatuh bangun merintis usaha kerajinan marmer ini,kadangkala kalau pasaran sedang sepi,terpakasa kami harus kembali menjadi kuli bangunan,atau mencari pekerjaan lainnya,bahkan seringkalai kami harus keluar kota untuk menjadi pekerja di beberapa Showroom kerajinan marmer,dimana mereka sulit mencari tenaga ahli.Kami pernah beberapa tahun diSolo dan juga beberapa tahun di Pulau Bawean.Masihkan kerajinan marmer ini bisa dipegang prospeknya kedepan..??sebagai mata pencaharian kami yang tetap...??
Menganalisa dan menelusuri kawan-kawan yang masih tetap eksis sebagai pengrajin marmer di Tulungagung, ternyata kesemuanya harus memiliki specialisasi tertentu.Dalam artian tiap pengrajin marmer harus memiliki specialisasi produk.Namun bukan berarti kami tidak bisa mengerjakan kerajinan marmer diluar specialisasi kami,tentunya akan sangat sayang,jika kita tidak merambah kepada kerajinan marmer yang lainnya.Seperti halnya diawal-awal promosi marmer kami hanya terfokus pada Prasasti marmer,akan tetapi ketika sudah berjalan beberapa tahun,kami melebarkan pemasaran kami kepada produk kerajinan marmer yang lainnya,seperti patung marmer,wastafel marmer,makam marmer,batu nisan marmer dansebagainya.Hal ini terkait dengan penguasaan keyword di internet ,sedangkan kami dalam SEO ini masih sangat hijau,dan masih meraba-raba bagaimana cara terbaik dan termurah,karena kami hanya punya operasional untukngenet saja,dan nggak punya modal untuk bermain SEO apalagi menyewa jasa Pakar SEO.
Marmer Tulungagung, bisa nggak bisa kuat dan tidakkuat,mampu dan tidak mampu,hari ini saya berkecimpung dan lebih fokus lagi dan lagi,setidaknya didunia maya ini terus akan kami pertahankan informasinya,bagaimana kami masih tetap bisa eksis dan bagaimana kami tetap bisa berjuang untuk menghidupkan Usaha kami,ini.
Kecenderungan para pengusaha marmer Tulungagung yang besar,selalu memberikan pressing yang mengikat,dalam hal harga kami yang semakin ditekan agar lebih murah,dan juga tentang Term Off payment yang kadangkala lebih dari satu bulan,hampir semuanya dibayar memakai Bilyet Giro mundur,rata-rata satu setengah bulan,lha kalau terus begini,kapan kami sebagai pengrajin ini bisa hidup..?? Bahan baku,dari mereka....,pemasaran kepada mereka...belinya dibayar mundur,sedangkan modal kami sangat cupet dan kecil,mana bisa berputar usaha ini...Jeritan inilah yang kami alami sebagai pengrajin marmer,lantas kami curhatnya pada siapa..?? Mau curhat kebank..nggak berani,sedangkan jika aku curhat kepada pemerintah ya,,,pak presiden jauh diIstana..ha..ha..ha.ha..,akhirnya tulis aja surat curhatan ini pada Mbah Google, siapa tahu,Mbah Google bisa berbaik hati dan menempatkan keyword Marmer tulungagung ini untuk blogspot sederhana ini.

UNTUK INFORMASI DAN PEMESANAN BISA LANGSUNG HUBUNGI :

Septi Laila
Hp : 085885100071-085336007171
Whatsap : 085885100071
Pin.BBM : DD90185D
Email : pengrajinmarmer01@gmail.com
Web : www.marmertulungagung.net

Senin, 02 Januari 2012

SEJARAH KERAJINAN MARMER TULUNGAGUNG 3


SERI 3: SENIMAN YANG IDEALIS DAN YANG BERORIENTASI PASAR
Patung Mbah  Lijanto,Gamping tetap Kokoh diusia 4  Generasi
             Saya teringat kata-kata Bapak Heppy Trenggono,M.Kom , Direktur  United Balimuda,Ketua UMUM IIBF, orang yang sangat menginspirasi hidup saya, kala itu beliau berpesan ,”bahwa salah satu pemicu kegagalan kita dalam berbisnis adalah orientasi kita  pada sebuah produk baru,diantara produk-produk yang lain yang sudah diterima pasar,karena dalam konsep pasar dikenal istilah “ the mother is very love her baby” konsumen sangat mencintai produk yang telah ada dan telah diterima adanya“.

             Dalam konteks ini ada sisi menarik dari sejarah perkembangan kerajinan marmer Tulungagung  , yakni  beberapakarya hit dan juga karya besar yang gagalmenjadi hit dipasaran. Sebagai seorang seniman dalam bidang pengerjaan batu marmer ini mereka jatuh bangun dalam lautan kreasi mereka.Kadangkala sukses besar mereka  gapai, akan tetapi juga tidak jarang mereka harus jungkir_balik  mencari pasar untuk satu produk baru yang mereka ingin kenalkan .
             Saya menulis ini sebagai salah satu apresiasi yang besar untuk mereka para pengrajin marmer Tulungagung yang memiliki idealisme yang tinggi,meskipun produk yang mereka rancang dan design  berbulan-bulan itu akhirnya tidak bisa diterima oleh pasar, dan merekapun tak pernah sukses, seperti halnya pengusaha yang lain.
             Tercatat beberapa puluh varian produk yang gagal kala dipasarkan, saat itu, meskipun ada yang konsumen menerima produk ini ,jumlah pesanan barang untuk produk ini tidak lebih dari beberapa puluh biji saja yang terjual.Sebagai seniman batuan, kadang mengalami banyak dilemma , demikian rinci mereka mendesign, demikian ulet mereka merancang, sekali lepas dipasaran,langsung terjadi produk masaal oleh pengrajin yang lain,karena didaerah kami memang tidak ada perlindungan hak cipta, sebagian besar dari mereka hanya berani memproduksi masaal ketika sebuah varian produk sudah benar-benar laris dipasaran. Inilah sepuluh karya Fenomenal yang gagal meraih pasar  atau karya-karya tersebut punah karena tidak ada peminat lagi…
Patung Sapi Rasasa,Lambang Prestise
1.       Reliefe Besar “ Gapura Barong “ sebuah karya yang sangat artistic, berbentuk reliefe yang bermotif wayang berwajah  singa Barong dan raksasa ( Butho : Bahasa Jawa Red)  akan tetapi sampai akhir pembuatannya karya ini sama sekali tidak pernah terjual.Karya Fantastik Bapak Teguh Gondrong.Kemudian beliau merubah  karya nya mengikuti  modelpasar yang ada, semisal motif bunga-bungaan, motif teratai air, dan lain lain.
2.       Meja direktur Ukir Naga, hanya terjual beberapa kali , dihasilkan oleh tangan dingin Bapak Suwardji Campurdarat , dengan memakai marmer Lokal Tulungagung.Meja ini adalah benda pakai untuk sebuah meja Direktur yang sangatlah mewah danmemiliki citaseni yang sangat tinggi,memadukan seni pertukangan yangrumit dan permainan sambungan pressision yang sangat mengagumkan.Hanya terjual 3 kali saja,padahal harganya hanya kisaran 7,5 Juta saja.
3.       Patung-patung hewan bertarung,atau hewan menyusui, Kami catat dalam sejarah pemasaran barang patung marmer,hanya dapat menerima “ Patung Garuda dan Naga” sebagai patung hewan bertarung yang bisa diterima pasar, selain itu hanya sempat terjual beberapa kali saja, tidak lebih dari 10kali .Demikian juga patung hewan yang dibuat sedang bercengkerama atau menyusui, sama sekali tidak pernah diterima pasar.Sama nasibnya dengan patung-patung marmer yang dibentuk motif hewan Shio , banyak sekalimotif dan ragam patung Shio-Shio ini diproduksi dengan harapan para pemilik Shio tertentu akan memajangnya sebagai koleksi mereka ,akan tetapi ternyata ide besar ini hanyut tertelan derasnya pasar, sehingga tidak pernah dibuat lagi.( dibuat  oleh banyak pengrajin)
4.       Kursi ukir marmer, sebagaimana halnya kerajinan ukir kayu, sempat dirilis dibeberapa showroom,yakni varian kursi ukir batu,hanya terbit dalam jumlah kecil, dan itupun terjual dalam tempo yang sangat lama,mungkin kekurangan dari mebeler marmer ini adalah terletak pada beratnya  dan barang yang mudah patah/ pecah, sehingga para konsumen enggan untuk membelinya .( dibuat  oleh banyak pengrajin)
5.       Reliefe Pendowo Limo, seingat penulis hanya dibuat sekali saja, dan seelah itu tidakpernah lagi terbit dipasaran .
6.       Asbak ukiran, hanya beberapa  kali terbit,dan akhirnya tenggelam ditelan sepinya pasar.
7.       Perkawinan silang Meja plat marmer dan Kerajinan ukir. Jepara, sempat didatangkan kerajinan kayu dari Jepara untuk disilangkan akan tetapi dua komponen ini sangatlah mahal sehingga hanya bertahan beberapa bulan saja.
8.       Bonsai Batu marmer, tidak semanis karya lain yang berbau  ornamental Jepang, Seperti Seiseki,karya bonsai imitasi dari bahan batuan ,hanya bertahan selama 2_3 bulan penayangan saja , setelah itu sama sekali tidakpernah terdengar lagi pengrajin membuat bonsai batu ,mungkin para maniac bonsai lebih menyukai bonsai asli ketimbang bonsai batu yang tidak bisa tumbuh ….ha…ha…ha……
9.       Karya Patung manusia  yang berorientasi “pure art” kalau di daerah lain patung-patung manusia yang bermotif suasana, dan berorientasi pure art sangatlah digemari dan larismanis, tidak demikian dengan karya=karya patung marmer disini, semua karya-karya tipe pure art hampir-hampir tidak pernah diterima pasar,Kita ingat patung poyodrono yang sangat fenomenal di daerah Yogyakarta dan Solo, kita ingat patung Leak di Bali, ketika dua patung fenomenal ini dirilis dalam bentuk batu , akan tetapi unutkpatug patung yang bernilai religious , kelihatannya masih banyak yang bertahan, seperti halnya patung Budha,patung Dewa-dewa, dan sebagainya masih cukup marak dipesan para pengikutnya
10.   Meja marmer imitasi, Pernah pada tahun 1998 yang lalu karya besar meja imitasi menjadi primadona didaerah kami,  yakni meja yang dibuat dari potongan-potongan onix mewah   ( seperti bahan lengkong dan batu Keramat) yang direkat dengan lem.Akan tetapi gebyar pasarpun berubah, karya ini punah dan tidak terdengar lagi diproduksi oleh pengrajin.Akan  secara teknis karya ini bermetamorfosis menjadi  cabang karya lain yakni marmer Border dan Inlay , karya marmer motif border dan inlay ini sampai sekarang tetap menjadai primadona barang termahal,karena tingkat kesulitan pembuatan barang ini.Bayangkan saja jika dalam satu meter persegi saja karya ini bisa mencapai 5 Juta rupiah …??? Sangat-sangat mahal untuk ukuran pasar dalam negeri….
Batu marmer, kerajinan marmer, stone marble and granit, marble stone, marmer Tulungagung, batu marmer, marmer murah,marmer Indonesia, suplayer marmer, marble stone company
MyFreeCopyright.com Registered & Protected

SEJARAH KERAJINAN MARMER TULUNGAGUNG 2


SERI  KEDUA : CIRI-CIRI PERKEMBANGAN ANTAR DEKADE
Mbah Sakijo Karsoen Tugunya masih bediri Kokoh
Sebagai Kelanjutan sejarah  perkembangan  industry kerajinan marmer di Campurdarat Kabupaten Tulungagung,yang sempat mencari-cari bahan  tulisan,  tercatat beberapa generasi  pelopor.Generasi-generasi ini memiliki berbagai ciri dan terobosan-terobosan yang berarti bagi perkembangan sejarah industry marmer Tulungagung.Tercatat ada empat moment sejarah perkembangan Industri marmer Tulungagung yakni :
1.       DEKADE  Pertama . ( Tahun 1962 sd tahun 1972)
Diawali sekitar tahun 1967 , yakni pengerjaan seni marmer Tulungagung yang masih berkutat pada pemanfaatan traso, yakni butiran-butiran kecil yang dihasilkan dari penghancuran batu-batuan marmer  dan batuan lainnya yang berwarna-warni.Tegnology ini biasa diaplikasikan untuk pembuatan motif-motif pada lantai pada saat itu. Pecahan-pecahan marmer dan batuan ini biasanya berkisar pada ukuran  0,2 sampai dengan 0,5 CM.Lantai dengan pengerjaan system ini sering disebut sebagai ubin motif Tulungagung.Selain diaplikasikan pada lantai ubin, traso ini juga dipergunakan untuk pembuatan motif pada bak mandi cetak,  kijingan,pot bunga besar,ubin cetak,dan lain-lainnya.Belum ada tegnology belah batu atau penggergajian saat itu dan semuanya masih dilakukan masyarakat kami secara manual dan alat-alat sederhana.
Ciri lain dari generasi ini adalah sudah dikenal tegnology penambangan batu bongkah marmer , akan tetapi masih sangat sederhana dan hanya menghasilkan bahan baku seukuran 40X60 CM saja.Balokan pada saat itu masih di belah dengan alat-alat “ betel dan palu besar” , cara pembelahannya pun masih dengan cara dipukul berulang-ulang. Sudah dikenal tegnology pembuatan kerajinan asbak marmer  kotak.Pada generasi pertama ini juga ditandai dengan  istilah “ mbodi” atau mempola sebuah kerajinan dengan betel atau  tatah  dan palu.
Sistem pemasaran kala itu masih dari mulut kemulut dan dipasarkan dengan cara ideran –yakni system pemasaran door-to door , sehingga lambat laun marmer Tulungagung ini semakin dikenal masyarakat.Pada saat itu pertambangan marmer warisan dari  Zaman Hindia Belanda sudah ada di Daerah Besole, yang saat itu masih termasuk dlam wilayah underdistric  Wajak.Namun pada saat itu pengelolaan daerah tambang marmer ini sangat-sangat tertutup untuk umum belum ada pengusaha local yang ikut mengusahakan disekitar pabrik tambang marmer Tulungagung ini.Pada Dekade ini prasasti marmer sudah  ada, karena seiring dengan aplikasi  traso marmer pada kijingan  , batu nisan dan makam , tegnology letter ( sebutan grafir red: Bahasa local) sudah diterapkan .

2.        DEKADE Kedua  ( Tahun 1972 sd than 1982)
             Generasi kedua ini ditandai dengan beberapa perkembangan teknik dalam pengolahan marmer, antaralain,mulai dikenal tegnology bubut marmer, yang merupakan pemanfaatan bubut besi bekas dan rusak. Tegnology bubut marmer ini adalah tegnology pembubutan kerajinan marmersebagaimana pengolahan kerajinan kayu, akan tetapi alat yang dipergunakan adalah bubut besi yang sudah rusak , aus komponen, dan sudah berkurang dalam hal presisi dsb.Alat ini pertama kali dikenalkan oleh Kelompok Binaan Pemerintah ORDE BARU saat itu, mirip kayak UMKM saat ini, Kelompok ini terkenal dengan nama “ ARGO BINANGUN” Kelompok ini mendapatkan program binaan pemerintah , berupa lahan dan juga perbengkelan, permodalan dan pembinaan-pembinaan teknik lainnya. Kelompok ini  sekitar tahun 1975_1980 menjadi sentral pelatihan dan pendidikan tenaga-tenaga trampil pengolahan marmer, baik dari daerah Kecamatan Campurdarat, ataupun dari daerah lain, bahkan dari luar Jawa pun banyak sekali yang belajar tegnology pengolahanmarmer  ditempat ini. ( Narasumber : Bpk  Irtadji Almarhum, Mantan KADES Gamping, Kec Campurdarat,Tulungagung).Pada generasi kedua ini sudah mengenal showroom, yakni sebagai tempat warga pengrajin marmer untuk menampilkan dan mendisplay kan barang dagangan mereka. Ukuran showroom kala itu hanya kisaran 20 M2  saja, ini sudah dikatakan sebagai showroom yang besar. Secara teknik barang yang dikerjakan sudah bertambah, seperti Vas bunga, kinangan , lampu hias atau sering disebut kap lampu, tea-set sederhana, meja bulat kecil  ( diameter 30 CM _40 CM saja).Selain pemasaran dengan mendisplaykan kerajinan di Showroom , warga pengrajin marmer juga memajangkan  barang dagangan dan kreasi mereka di rumah-rumah mereka, sebagai benda aplikasi perabotan rumah tangga. Dalam generasi ini sudah dikenal pengadaan bahan baku dari luar daerah,yakni berupa onik dan marmer-marmer daerah lainnya.Pada waktu itu dikenal marmer Tasik, berasal dari Tasikmalaya Jawabarat, marmer bojonegoro dari daerah Bojonegoro,marmer Timor dari  daerah Timor-Timur  ( sekarang Timor Leste), onik Bawean dari  Kabupaten Gresik dan sebagainya. Penggunaan marmer dan bahan onix dari daerah lain semakin memperkaya khasanah warna-warni kerajinan marmer Tulungagung pada saat itu.Akan tetapi biasanya pengiriman bahan baku dari daerah lain merupakan transportasi titipan atau bawaan  pulang, setelah mengunjungi suatu daerah tertentu . Misalnya jika Truck atau kendaraan dari Jakarta misalnya pulang membawa bahan baku dari Tasikmalaya, dan seterusnya Belum terjadi pengadaan bahan baku secara langsung seperti saat ini, yang memang  secara khusus  untuk mengambil  bahan dari luar daerah seperti saat ini.Pada Generasi ini juga ditandai dengan  mulai dikenalnya tegnology pembelahan batu dengan mesin diesel,kala itu  mesin belah ini hanya berdiameter  sekitar 100 CM saja , belum terdapat mesin gergaji belah yang memiliki diameter lebih dari 1 Meter, mesin penggerak gergaji ini hanya sebuah diesel . Mesin belah ini  biasanya disebut Blit,blit ini memiliki banyak sekali potongan gigi baja , yang disebut sebagai segmen baja inta, Nah segmen-segmen inilah yang dipakai untuk menembus kerasnya batu-batuan itu. Pada  waktu itu diperkenalkan ditahun 1980_an , dan seiring dengan tegnology ini , mulai banyak dipergunakan tegnology Derek kaki tiga, Derek ini berfungsi untuk mengangkat batu-batuan yang besar, sekitar 1 sampai 2 ton.Pada tahun 1980_an ini batu-batuan besar sudah mulai banyak dikerjakan , kisaran besar batu yang digarap pada waktu itu sudah mencapai bongkahan batu seberat 3 Ton lebih .

3.       DEKADE   Ketiga   ( Tahun 1982_ 1992 )
            Pada Generasi ketiga ini sudah mulai dikenal diskgrinder atau sering disebut sebagai skrap  dalam bahasa local Tulungagung. Disk grinder ini  mulai dikenalkan sebagai tegnology pengolahan marmerdan pembentuk bahan batuan menjadi barang-barang seni yang lain , yang tidak bias dikerjakan dengan cara dibubut. Pada tahun 1983, tegnology pembuatan patung  dan ornament marmer semakin tidak terbatas jumlah kreatifitasnya, termasuk pembuatan relief dan prasasti besar, karena pembuatan prasasti besar selalu memerlukan skrap atau diskgrinder ini . Saya ingat betul pelopor  kerajinan patung marmer pada waktu  itu dipelopori oleh Bapak Teguh Gondrong, beliau tercatat sebagai salah seorang seniman yang sangat idealis , sehigga banyak menelurkan  karya-karya seni , baik yang sempat hit dan ataupun yang sama sekali tidak laku dipasaran . Sebagai hit sepanjang masa adalah bentuk patung kuda meringkik, ini adalah sentuhan awal beliau ketika itu. Dan kemudian dengan serta merta para pengrajin lainnya mengadu peruntungan untuk mencetak ribuan bahkan jutaan kuda meringkik, tak terhitung memang berapa jumlah  “ Patung Kuda meringkik “ ini telah dihasilkan oleh seniman-seniman Tulungagung, yang dijual dipasaran local maupun pasaran internasional.Pada decade ini banyak sekali muncul dan mengadu nasib  seniman-senimna dari Kota-kota sekitar , misalnya kota Blitar,Mojokerto,Pacitan ,  dan adapula senimna-seniman berbakat yang ikut mewarnai khasanah seni patung Dan relief dari kota Yogyakarta dan Solo. Memang perkembangan pesat Marmer Tulungagung ini banyak dihiasi dengan datangnya seniman-seniman dari luar kota.Kreatifitas-kreatifitas mereka tidak akan pernah terlupakan dalam sejarah Kerajinan Marmer Tulungagung.
           Tegnology  pengerjaan relief berkembang saat para seniman dari Daerah Yogayakarta datang ke Tulungagung,mereka membawa kreatifitas baru dalam pengolahan batu untuk diaplikasikan dalam seni relief, seni relief yang dirilis kala itu bersama bapak Teguh Gondrong ini   berjudul  “Gapura Barong ” sampai akhirnya seni ini tidak ada yang laku sama sekali. Akhirnya banyak yang merubah motif-motif mereka dengan bunga-bungaan, baru pada karya ornamental bunga ini seni relief lebih bisa diterima oleh konsumen pecinta marmer.
             Perkembangan dibidang teknik pengerjaan , pada waktu decade ini telah dikenal  gergaji batu besar , diameternya mencapai  1,3 Meter lebih , bisa  menggergaji balok ukuran plat 90 CM ,  Ya sangat besar.Dampak dari munculnya gergaji besar ini dibidang pengerjaan plat batu , muncul beberapa varian produk meja-meja besar , seperti  “ Meja Oshin “ dan Meja makan,diameter 90 CM. Dan kemudian muncul tegnology “ gergaji Osrok”  ( sebutan orang local untuk gergaji horizontal tenaga bolak-balik, disebut Osrok karena suara yang ditimbulkan ). Dengan munculnya gergaji Horizontal ini , bongkahan batu sebesar apapun bisa di belah dengan rapi.Utamanya dalam bentuk-bentuk plat batu, aplikasi gergaji horizontal  ini adalah untuk pembuatan bahan meja makan besar untuk diameter  diatas 1 meter , meja bilyard , dan meja customer service yang sangat panjang .Tegnology ini diadopsi dari pengolahan marmer di Italy, menurut cerita , orang Italy memberikan pesanan meja bilyard dalam ukuran yang besar yang bahan bakunya dari plat marmer, karena diyakini marmer tidak mudah pecah jika diaplikasikan  sebagai lantai dasar  meja bilyard ketimbang mempergunakan kaca.Dan pada waktu itu dia memperkenalkan tegnology Italy tersebut kepada masyarakat. Mengingat tegnology aslinya sangatlah mahal, dan mencapai milyaran Rupiah kala itu, para teknisi mesin didaerah kami memodifikasi dan menciptakan kreasi mesin sendiri dengan tegnology serupa dengan mempergunakan barang-barang bekas dari pasar loakan besi tua.Mesin penggeraknya pun hanya dari mesin Kapal laut bekas yang didatangkan dari Surabaya.Sistem pemasaran masyarakat pengrajin marmer pun mulaiberkembang pesat, pada decade ini pertama kali dikenal penjualan secara eksport, mengingat banyak sekali  Turis-turis asing yang berkunjung diBali, berburu  kerajinan batu-batuan ini ke daerah  asli lokal penghasil kerajinan ini . Yakni Tulungagung sebagai kota Marmer.Pada decade ini  showroom_showroom marmer dan onix semakin pesat berkembang, luasan nya pun semakin tidak terukur besarnya .Para pengusaha-pengusaha sukses telah menyulap tempat mereka menjadi showroom-showroom raksasa, yang menampung kerajinan-kerajinan raksasa pula. Pada saat  itu terjadi  rivalitas-rivalitas antar pengusaha local , dengan ditandai munculnya patung-patung raksasa sebagai symbol dari keberuntungan mereka.Ada patung Gajah , ada patung Kuda, Banteng , Sapid an lain-lain. Ini adalah sebagai symbol prestise mereka sebagai salah seorang pemain besar didunia marmer ini.Kira-kira begitulah yang terjadi saat itu .

4.       DEKADE  keempat ( 1992 sd tahun 2002 )
               Perkembangan semakin pesat pada industry kerajinan marmer diantara tahun 1992 _2002 ) ditandai dengan munculnya varian-varian penggabungan tegnology olahan batu dengan tegnology olahan  kerajinan yuang lain.Perpasangan yang sempat mendapat perhatian besar kala itu adalah munculnya varian produk dari kerajinan  Cor Logam dari daerah Klaten  dan Sukoharjo Jawa Tengah . Varian produk kerajinan Cor Logam ini sangat digemari konsumen dan sangat laris dipasaran.Sampai dengan beberapa tahun komponen ini sangat diburu konsumen,Betapa tidak , jika dengan mengawinkan tegnology kayu jati ukir Jepara , kerajinan meja berbahan marmer ini  harganya bisa tiga kali lipat, misalnya sebuah meja kayu ukir disilangkan dengan plat batu marmer. Persilangan dengan ukiran Jepara tidak banyak diminati konsumen . selain harganya lebih mahal, dan pada waktu itu  jarang sekali warga Jepara yang mengungsi untuk mencetak kreasi disini, mungkin mereka mempunyai tradisi seni yang lebih tua, sehingga tidak banyak yang ingin mengembangkan persilangan ini di Tulungagung.wal Hasil yang diterima konsumen adalah adalah perkawinan tegnology cor logam dari darah Klaten dan Sukoharjo.Terdapat Hit varian meja  marmer saat itu  misalnya : Meja Kacangan , Meja kacangan hati, meja rias,meja telephone kembang , meja dan kursi  anggur, meja Oshin kaki logam, meja Isabella, meja Monalisa , dan sebagainya . Sampai dengan saat ini masih terdapat perkawinan  dua kerajinan ini secara  sempurna, meskipun tidak seramai kala itu , perkawinan dua kerajinan ini masih banyak diburu konsumen, akan tetapi kelihatannnya para pengrajin marmer intens sekali menggarap kerajinan logam mereka sehingga yang dikembangkan saat ini hanya kelas halusan dan tidak kelas brown seperti saat itu.
             Dalam teknik pengerjaan  marmer terdapat perkembangan alat-alat atau tool yang dikenalakan berbagai pabrikan, Tegnology Bor duduk yang biasa diaplikasi di penegrjaan logam, tegnology “ mesin Grafir untuk pembuatan detail patung , Munculnya Delta starter untuk mesin-mesin gergaji skala besar . Penggunaan listrik sebagai tenaga alternative  penggerak mesin-mesin bubut  dan gergaji dan lain-lain . Semuanya berkembang dengan pesat dan para pengrajin selalu bisa  menciptakan kreasi baru dalam memproduksi  Kerajinan marmer ini .
            Ada perkembangan yang sangat signifikan dan mencatat sebuah hit  ditahun 2000_an ini yakni munculnya Varian produk marmer alur dan marmerBakar . Dari sumber  berita yang kami terima , mesin alur pertama kali dikenalkan oleh  Mas Aris dari daerah Buret , desaSawoKecamatan Campurdarat . Sebenarnya mesin ini adalah mesin gergaji biasa, akan tetapi pada pisau gergajinya mempergunakan puluhan pisau  yang biasa dipasang  pada diskgrinder, sehingga marmer yang di gergaji akan membentuk alur-alur sesuai dengan jumlah pisau diskgrinder yang ditanam.
           Perkembangan marmer bakar hamper bersamaan dengan penemuan mesin alur ini. Yakni pengembangan varian dinding marmer , yang merubah warna alam marmer menjadi warna bahan yang terbakar.Hingga saat ini dua produk ini sangat digemari oleh Turis mancanegara .
          Sekitar tahun 1998 diperkenalkan pengolahan batu dengan system chemist,yakni khususnya di barang-barang yang bermuatan huruf dan symbol.Dengan mempergunakan setting computer, maka akan dihasilkan huruf-huruf yang bervariasi dan beraneka ragam , sehingga tegnology pembuatan prasasti   marmer  kala itu  mencatat perkembangan yang  sangat berarti.

5.       DEKADE kelima  (  Tahun 2002 – Sekarang )
Dalam segi teknis pengerjaan marmer  tidak ada perkembangan yang signifikan  ditahun 2002 sampai dengan sekarang , akan tetapi ada pergeseran model design dan varian produk ditahun-tahun dalam decade ini . Munculnya tenaga designer ini merupakan trend terbaru dikalangan pengrajin.Pada tahun  2004_2007 banyak sekali varian produk lama yang tergeser , seiring banyaknya customer dari luar negeri yang datang membawa design kerajinan marmer sendiri untuk produk yang dipesannya. Kalau dulu  para pengrajin berorientasi pada market, barang apa yang laris  itulah yang diproduksi, akan tetapi pada tahun-tahun  dalam decade ini, para pengrajin tinggal menunggu  design order dan mereka dituntut untuk bisa mengerjakan design itu dengan tepat dan cermat . Kenapa demikian , karena biasanya customer luar negeri sangat-sangat konsen tentang ukuran dan detail produk.Kalau ditahun 90_an kita biasa menjumpai satu varian produk dengan  selisih ukuran 0,5 bahkan 1 CM itu adalah biasa, akan tetapi sekarang ini anda akan  hanya akan menemui satu varian dengan satu ukuran yang patent, bahkan tingkat toleransi selisih ukuran ini sangat kecil, semuanya dibawah  1,5 MM saja. Semua Tukang marmer atau pengrajin marmerdituntut lebih professional dibidangnya masing-masing dan dituntut lebih detail dalam pengerjaan barang produksinya.
Dampak dari pesanan-pesanan luar negeri  , yakni untuk eksport quality ini antaralain :
1, Kwalitas pengerjaan semakin bagus.
2.Variasi desing semakin tak terbatas.
3.Pengadaan bahan  baku  batuan import.
4.Semakin canggihnya tegnology teknis yang diserap daripara bule-bule.
Disisi lain yakni tentang pemasaran marmer , tidak hanya terbatas dengan showroom-shorom saja akan tetapi sudah memanfaat kan tegnology internet marketing sebagai salah satu perkembangan yang sangat revolusioner dibidang pemasaran kerajinan marmer, seperti halnya yang dilakukan oleh Bintang Antik Sejahtera saat ini.



MyFreeCopyright.com Registered & Protected